Search This Blog

Critical book review, review book pendidikan kewarganegaraan, kelengkapan buku.

critical book review pendidikan kewarganegaraan

BAB I PENDAHULUAN

Bab ii isi buku, ·          buku utama.

  • Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Persatuan Indonesia
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permuswaratan perwakilan
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

BAB III PENUTUP

Daftar pustaka, post a comment, popular posts.

Image

REVIEW PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK DAN BUKU PEMBANDINGNYA

Image

REVIEW BOOK EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN DAN BUKU PEMBANDING

Image

Critical Book Review(CBR) Bermain Anak Usia Dini

Image

REVIEW BOOK STRATEGI PEMBELAJARAN

Image

REVIEW BOOK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN 2 BUKU PEMBANDING

Image

REVIEW BOOK KETERAMPILAN TARI ANAK USIA DINI

Academia.edu no longer supports Internet Explorer.

To browse Academia.edu and the wider internet faster and more securely, please take a few seconds to  upgrade your browser .

Enter the email address you signed up with and we'll email you a reset link.

  • We're Hiring!
  • Help Center

paper cover thumbnail

CBR- PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Profile image of auliya riza

Critical Book Report

Related Papers

Nurul Hidayah

Pendidikan kewarganegaraan sendiri merupakan pendidikan yang mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai hak dan kewajiban suatu warga negara agar setiap hal yang dikerjakan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa dan tidak melenceng dari apa yang diharapkan. Salah satu tujuan utama pendidikan kewarganegaraan yaitu untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan berkebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para calon penerus bangsa yang sedang mengkaji dan akan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni. Pastilah ada kompetensi yang diharapkan dari pendidikan kewarganegaraan yaitu Hakikat Pendidikan, Kemampuan Warga Negara, Menumbuhkan Wawasan Warga Negara, Dasar Pemikiran Pendidikan Kewarganegaraan, Kompetensi yang Diharapkan. Dengan begitu Pendidikan Kewarganegaraan sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya bagi para mahasiswa dalam mengembangkan jati dirinya sebagai warga negara Indonesia yang ikut berpatisipasi dalam membangun bangsa.

critical book review pendidikan kewarganegaraan

UPT MKU (MPK-MBB) Universitas Lambung Mangkurat

Sarbaini Sarbaini

Ria Oktavia

Laporan PKN mntap jiwa

Yudha Pradana

KEWARGANEGARAAN UNIVRAB

Amir Syamsuadi

Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai hak dan kewajiban seorang warga negara, sehingga segala sesuatu yang dilakukan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa dan tidak menyimpang dari apa yang diharapkan.

Lia Assyafi'i

Friska Imelda

ahnafia muhammad

Oleh founding-fathers, Pancasila digali dari nilai-nilai sosio-budaya bangsa Indonesia dan diperkaya oleh nilai-nilai dan masukan pengalaman bangsa-bangsa lain. Pancasila adalah weltanschauung (way of life) bangsa Indonesia. Uniknya, nilai-nilai Pancasila yang bertumbuh kembang sebagai kepribadian bangsa itu merupakan filsafat sosial yang wajar (natural social philosophy). Nilai-nilai itu bukan hasil pemikiran tunggal atau suatu ajaran dari siapa pun. Lazim dipahami setelah menjadi konsensus nasional dan ditetapkan sebagai dasar negara (filsafat negara) Republik Indonesia, Pancasila adalah pedoman sekaligus cita-cita bersama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Secara formal, yuridis-konstitusional, kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara bersifat imperatif. Namun, kita juga menyadari bahwa pengamalannya dalam keseharian hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara masih akan selalu menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. Demikian pula tentang pelestarian dan pewarisannya kepada generasi penerus. Dalam era kesemrawutan global sekarang, ideologi asing mudah bermetamorfosa dalam aneka bentuknya dan menjadi pesaing Pancasila. Hedonisme (aliran yang mengutamakan kenikmatan hidup) dan berbagai isme penyerta, misalnya, semakin terasa menjadi pesaing yang membahayakan potensialitas Pancasila sebagai kepribadian bangsa. Nilai intrinsik Pancasila pun masih sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor kondisional. Padahal, gugatan terhadap Pancasila sebagai dasar negara dengan sendirinya akan menjadi gugatan terhadap esensi dan eksistensi kita sebagai manusia dan warga bangsa dan negara Indonesia. Untuk menghadapi kedua ekstrim (memandang nilai-nilai Pancasila terlalu sulit dilaksanakan oleh segenap bangsa Indonesia di satu pihak dan di pihak lain memandang nilai-nilai Pancasila kurang efektif untuk memperjuangkan pencapaian masyarakat adil dan makmur yang diidamkan seluruh bangsa Indonesia) diperlukan usaha bersama yang tak kenal lelah guna menghayati Pancasila sebagai warisan budaya bangsa yang bernilai luhur, suatu sistem filsafat yang tidak bertentangan 1

Mohammad Noori

RELATED PAPERS

PLoS biology

Fungal Diversity

Erick Vandamme

Journal of Polymer Science Part A: Polymer Chemistry

Rafael Jasso Lopez

Martin Števko

Oman Medical Journal

Nasser Al-Busaidi

Marta Alves

Jose Miguel Ramirez P

American Journal of Therapeutics

Sulaiman Alkhadhari

Communicable diseases intelligence quarterly report

Nittita Prasopa-Plaizier

Journal of Hazardous Materials

Renata Vieira

Educação e Pesquisa

Eduardo Carvalho Ferreira

Landscape Planning

Frederick Steiner

Lecture Notes in Civil Engineering

Murad Kablan

Choice Reviews Online

Beretta E . Smith-Shomade

Archiwa, Biblioteki i Muzea Kościelne

Weronika Krajniak

The Journal of chemical physics

Stefano Falcinelli

<span class='title-prefix'>Journal of</span> <span>Genetic and Environmental Resources Conservation

Alaa Al Jarf

Journal of Electron Spectroscopy and Related Phenomena

Juan Cardenas

Christine Paul

Archives de Philosophie

Manuela Sanna

Dr Sathya Anandam

Research on Humanities and Social Sciences

Tamiru Gari Ayana

  •   We're Hiring!
  •   Help Center
  • Find new research papers in:
  • Health Sciences
  • Earth Sciences
  • Cognitive Science
  • Mathematics
  • Computer Science
  • Academia ©2024

Cari Blog Ini

Berbagi tutorial, informasi dan cerita hidup.

Terimakasih telah membuka halaman ini. Blog ini membahas tentang berbagai tutorial, berbagi informasi tugas KKNI dan inspirasi dari cerita hidup saya. semangat dan selamat membaca.

Critical Book Riview (CBR) Konsep Dasar PKN - Blogger

  • Dapatkan link
  • Aplikasi Lainnya

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan pada tugas ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Tugas ini disusun dan diajukan sebagai laporan Critical Book Review (CBR) pada mata kuliah Konsep Dasar PKN dengan mengkritik buku wajib yang telah ditentukan sendiri oleh mahasiswa yang berjudul “Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi” memahami berbagai aspek kewarganegaraan, filsafat pancasila, makna nilai-nilai setiap sila pancasila, demokrasi indonesia, serta negara dan konstitusi yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Kaelan, M.S dan Prof. Dr. H. Achmad Zubaidi, M.Si. cetakan pertama yang diterbitkan oleh kata pena pada tahun 2010.

            Penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak dosen dan rekan-rekan seperjuangan yang telah membantu dalam kelancaran dan kemudahan penulisan laporan ini. Penulis juga berharap untuk tercapainya kelengkapan dan kesempurnaan laporan dimasa-masa yang akan datang, pembaca diharapkan dapat mengapresiasi isi daripada laporan ini mengingat tidak ada yang sempurna tanpa ada saran dan masukan yang membangun. Kiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi semua orang yang membacanya.

Medan,    Maret   2019

  Penyusun

BAB I PENDAHULUAN 

1.1   Latar Belakang

1.2   Tujuan & Manfaat Penulisan

1.3   Identitas Buku

BAB II ISI BUKU

BAB III PEMBAHASAN

3.1   Kelemahan Buku

3.2   Kelebihan Buku

BAB IV PENUTUP

4.1   Kesimpulan

4.2   Saran

DAFTAR PUSTAKA

PENDAHULUAN

Berdasarkan kurikulum KKNI, mahasiswa diberikan kewajiban untuk memenuhi tugas utama yaitu CBR (Critical Book Report) dengan membaca sebanyak satu buah buku untuk bahan bacaan yang menjadi pedoman mahasiswa, dan buku yang kedua yaitu sebagai buku pembanding.   Maka dari itu penulis berusaha untuk memberikan upaya terbaik untuk menyelesaikan tugas ini sesuai dengan prosedur yang telah ada sebelumnya dengan harapan penulis dapat menambah wawasan dalam membaca, memiliki pengalaman membaca dan   dapat menyusun karya tulis yang berkualitas, efektif, dan berwawasan.

Adapun buku yang penulis jadikan pedoman dalam laporan Critical Book Review (CBR) sebanyak satu buah buku dengan judul pilihan mahasiswa. Dimana judul yang penulis ambil sebagai bahan laporan ini ialah “Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi” karya oleh Prof. Dr. H. Kaelan, M.S dan Prof. Dr. H. Achmad Zubaidi, M.Si. yang diterbitkan oleh kata pena pada tahun 2010. Hal ini sesuai dengan aturan serta ketentuan yang berlaku yang diberikan oleh Dosen pada mata kuliah yang   bersangkutan, yaitu mata kuliah Telaah Kurikulum. Dimana pada laporan ini, penulis akan membaca serta memberikan ringkasan singkat sesuai buku yang dijadikan pedoman, lalu penulis akan memberikan apresiasi terhadap buku yang telah dibaca.

Menurut latar belakang di atas, tujuan dan manfaat penulisan laporan ini yaitu sebagai berikut:

1.       Mahasiswa memiliki pengalaman membaca yang baik.

2.       Mahasiswa mampu memberikan apresiasi serta penilaian antara suatu judul buku dan membandingkannya dengan buku yang lainnya.

3.       Menambah pengetahuan serta pemahaman mengenai bidang ilmu Matematika.

4.       Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam sebuah buku.

5.       Melatih diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh bab dari buku.

1.3 Identitas Buku

1.   Judul                   : Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi

2. Edisi                    : 1 (pertama)

3.    Pengarang          : Prof. Dr. H. Kaelan, M.S dan Prof. Dr. H. Achmad Zubaidi, M.Si.

4.    Penerbit             : Paradigma

5. Kota terbit           : Yogyakarta

6.    Tahun terbit       : 2009

7. ISBN                   : 9798658078

RINKASAN ISI BUKU

2.1   BAB I Pendahuluan

Mata kuliah ini memiliki peran yang strategis dalam mempersiapkan warga negara yang cerdas, bertanggung jawab dan berkeadaban. Berdasarkan rumusan “Civic International” (1995), disepakati bahwa pendidikan demokrasi penting untuk pertumbuhan civic culture, untuk keberhasilan pengembangan dan pemeliharaan pemerintahan demokrasi (Mansoer, 2005). Dengan adanya penyempurnaan kurikulum mata kuliah pengembangan kepribadian tersebut makaa pendidikan kewarganearaan memiliki kepribadian tersebut maka pendidikan kewarganegaraan memiliki paradima baru, yaitu Pendidikan Kewarganegaraan berbasis Pancasila. Berdasarkan keputusan DIRJEN DIKTI No. 43/DIKTI/ Kep/2006, tujuan pendiidkan Kewarganegaraan adalah dirumuskan dalam visi, misi dan kompetensi sebagai berikut. Diharapkan mahasiswa untuk menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, demokratis dan berkeadaban.

Objek material dari Pendidikan Kewarganegaran adalah segala hal yang berkaitan dengan warganegara baik yang empirik maupun yang nonempirik, yang meliputin wawasan, sikap dan perilaku warganegara dalam kesatuan bangsa dan negara. Adapun landasan hukumnya yaitu: UUD 1945, Ketetapan MPR No. II/MPR/1999 tentang Garis-gasir Besar Haluan Negara, Undang-Undang No. 20 tahun 1982 tentang Ketentuan–Ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia (Jo.UU No. 1 tahun 1988).

2.2   BAB II Filsafat Pancasila

Filsafat adalah satu bidang ilmu yang senantiasa ada dan menyertai kehidupan manusia. Secara etimologis istilah “filsafat” berasal dari bahasa Yunani “philein” yang artinya “cinta” dan “sophos” yang artinya “hikmah” atau “kebijaksanaan” atau “wisdom” (Nasution, 1973). Jadi secara harfiah istilah filsafat adalah mengandung makna cinta kebijaksanaan. Pancasila terdiri dari lima sila pada hakikatnya merupakan sistem filsafat., yang dimaksud dengan sistem adalah suatu kesatuan begian-bagian yang saling berhubungan, saling bekerjasama untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan kesatuan yang utuh.

  Isi arti sila-sila Pancasila hakikatnya dapat dibedakan atas, hakekatnya Pancasila yang umum universal yang merupakan substansi sila-sila Pancasila, sebagai pedoman pelaksaan dan penyelenggaraan negara yaitu bersifat umum koleksi serta aktualisasi Pancasila yang bersifat khusus dan kongkrit dalam berbagai bidang kehidupan. Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia, mengandung makna bahwa dalam setiap aspek kehidupan kebangsaan, kemasyarakatan serta kenageraan harus berdasarkan nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan. Sebagai suatu dasar filsafat negara maka sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem nilai, oleh karena suatu kesatuan.

2.3   BAB III Identitas Nasional

Menurut Berger dalam The Capitalis Revolution, era globalisasi dewasa dewasa ini ideologi kapitalislah yang akan menguaasai dunia. Kapitalisme telah mengubah masyarakat satu persatu dan menjadi sistem internasioanl yang menentukan nasib ekonomi sebagian besar bangsa-bangsa di dunia, dan secara tidak langsung juga nasib, sosial, politik dan kebudayaan (Berger, 1988). Kelahiran identitas nasional suatu bangsa memiliki sifat, ciri khas serta keunikan sendiri-sendiri, yang sangat ditentukan oleh faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional bangsa indonesia meliputin faktor objektif, faktor subjektif (Suryo, 2002).

Robert de Ventos, sebagaimana dikutip Manuel Castells dalam bukunya, The Power of Identity (Suryo, 2002), mengemukakan teori tentang munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai hasil interaksi hisstoris antara empat faktor penting, yaitu faktor primer, faktor pendorong, faktor penarik dan faktor reaktif. Pencarian identitas nasional bangsa Indonesia untuk membangun bangsa dan Negara dengan konsep nama Indonesia. Oleh karena itu pembentukan identitas nasional Indonesia melekat erat dengan unsur-unsur lainnya seperti sosial, ekonomi, budaya, etnis, agama sera geografis, yang saling berkaitan dan terbentuk melalui suatu proses yang cukup panjang.

2.4   BAB IV Demokrasi Indonesia

Asas demokrasi yang hampir sepenuhnya disepakati sebagai model terbaik bagi dasar penyelenggaraan negara ternyata memberikan implikasi yang berbeda diantara pemakai-pemakainnya bagi peranan negara. Secara etimologi istilah demokrasi berasal dari Yunani, “ demos ” berarti rakyat dan “ kratos/kratein ” berarti kekuasaan. Konsep dasar demokrasi berarti “rakyat berkuasa ” (government of rule by the people). Adapula defenisi singkat untuk istilah demokrasi yang diartikan sebagai pemerintahan atau kekuasaan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Demokrasi mempunyai arti yang penting bagi masyarakat yang menggunakannya, sebab dengan demokrasi hak masyarakat untuk menentukan sendiri jalannya organisasi negara dijamin. Oleh sebab itu, hampir semua pengertian yang diberikan untuk istilah demokrasi ini selalu memberikan posisi penting bagi rakyat kendati secara operasional implikasinya di berbagai negara tidak selalu sama.

Dalam suatu negara misalnya dapat diterapkan demokrasi dengan menerapkan sistem presidential, atau sistem parlementer. Menurut pandangan kaum Marxis-Lennis, sistem demokrasi legatif harus dilengkapi, pada prinsipnya dengan suatu sisitem yang terpisah tetapi sama pada tingkat partai komunis. Pengertian demokrasi secara filosofis menjadi semakin luas, artinya masing-masing paham mendasarkan pengertian bahwa kekuasaan ditangan rakyat. Perkembangan demokrasi di Indonesia dapat dibagi dalam empat periode yaitu: periode 1945-1959, periode 1959-1965, periode 1966-1998, periode 1999-sekarang. Pembagian kekuasaan menurut demokrasi sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 adalah sebagi berikut: kekuasaan legislatif, kuasaan legislatif, kekuasaan yuridis, kekuasaan inspektif.

2.5   BAB V Negara dan Konstitusi

Austinus yang merupakan tokoh Katolik. Ia membagi negara dalam dua pengertian yaitu Civitas Dei yang artinya negara Tuhan   dan Civitas Terrena atau Civitas Diabole yang artinya negara duniawi. Berdasarkan pengertian yang dikemukakan oleh berbagai fisuf serta para serjana tentang negara, maka dapat disimpulakan bahwa semua negara memiliki unsur-unsur yang mutlak harus ada. Berdasarkan unsur-unsur yang membentuk negara, hampir semua negara memiliki kesamaan, namun ditinjau dari segi tumbuh dan terbentukkany negara serta susunan negara, setiap negara di dunia ini memiliki spesifikasi serta ciri khas masing-masing.

Prinsip-prinsip negara Indonesia dapat dikaji melalui makna yang terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 Aliena 1, menjelaskan tentang latar belakang terbentuknya negara dan bangsa indonesia, yaitu tentang kemerdekaan adalah hak kodrat segala bangsa di dunia. Jadi pada prinsipnya mekanisme dan dasar dari setiap sistem pemerintahan diatur dalam Undang-Undang dasar. Ciri-ciri negara hukum adalah a) pengakuan dan perlindungan hak-hak asasi yang mengandung persamaan dalam bidang politik, hukum, sosial, ekonomi dan kebudayaan. b) peradilan yang bebas dari suatu pengaruh kekuasaan atau kekuatan lain dan tidak memihak. c) jaminan kapasias hukum, yaitu jaminan bahwa ketentuan hukumnya dapat dipahami dapat dilaksanakan dan aman dalam pelaksanaanya.

2.6   BAB VI Rule Of Law dan Hak Asasi Manusia

Pengertian Rule of Law dan negara hukum pada hakikatnya sulit dipisahkan. Pengertian negara hukum dan   Rule of   Law itu hampir dapat dikatakan sama, namun terdapat pula sementara pakar menjelaskan bahwa meskipun antara negara hukum dan Rule of Law tidak dapat dipisahkan namun masing-masing memiliki penekanan masing-masing. Menurut Frieman, antara pengertian negara hukum atau rechisstaat dan Rule of Law sebarnya saling mengisi (Friedam, 1960:546).

Doktrin tentang hak-hak asasi manusia sekarang ini sudah diterima secarauniversal sebagai “ a moral, political, legal, framework and as   a guideline ” dalam membaangun dunia yang lebih damai dan bebas dari ketakutan dan penindasan serta perlakuan yang tidak adil. Tujuan negara Indonesia sebagai negara hukum yang bersifat formal disebut mengandung konsekuensi bahwa negara berkewajiban untuk melindungi seluruh warga negara dengan seuatu Udanng-undang terutama melindungi hak-hak asasinya demi kesejahteraan hidup bersama. Warganegaara adalah warga yang menetap di suatu wilayah dan rakyar tentu dalam hubungannya dengan negara. Setiap warga negara adalah penduduk suatu negara, sedangkan setiaap penduduk belum tentu warganegara, karena mungkin seorang asing. Pasal-pasal   UUD 1945 yang menetapka hak dan kewajiban warganegara mencakup pasal-pasal 27,28, 29, 30, 31, 32, 33 dan 34.

2.7   BAB VII Geopolitik Indonesia

Geopolitik diartikan sebagai sistem politik atau peraturan-peraturan dalam wujud kebijaksanaan dan strategi nasional yang didorong oleh aspiraasi nasional geografik (kepentingan yang titik beratnya terletak pada pertimbangan geografi, wilayah atau teritorial dalam arti luas) suatu negara, yang apabila dilaksanakan dan berhasil akan berdampak langsung atau tudak langsung kepada sisitem politik suatu negara.   Faktor-faktor yang mempengaruhi wawasan nusantara adalah wilayah, geopolitik dan geostrategi, perkembangan wilayah Indonesia dan dasar hukumnya.

Wawasan nasional bangsa Indonesia adalh wawasan nusantara yang merupakan pedoman bagi proses pembangunan nasional menuju tujuan nasional sedangkan ketahanan nasional merupakan kondisi yang harus diwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan dengan sukses. Wawasan nusantara dan ketentuan nasional merupakan dua konsepsi dasar yang saling mendudkung sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara agar tetap jaya dan berkembang seterusnya.

2.8   BAB VIII Geostrategi Indonesia

Geostrategi diartikan sebagai metode atau aturan-aturan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembengunan dan keputusan yang terukur dan terimajinasi guna mewujudkan masa depan lebih baik, lebih aman, dan bermanfaat. Bagi bangsa Indonesia geostrategi diartikan sebgai metode untuk mewujudkan cia-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional.

Ketahanan adalah suatu kesatuan yang membuat suatu bangsa dan negara dapt bertahan, kuat mengahadapi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan. Tantangan adalah suatu usaha yang bersifat menggunakan kemampuan, adapun ancaman adalh suatu usaha untuk mengubah atau merombak kebijakan atau keadaan secara konsepsional dari sudut kriminal maupun politis. Adapun hambatan adalah suatu kendala yang bersifaat atau bertujuan melemahkan yan bersifat konseptual yang berasaln dari dalam diri. Pengaruh aspek ketahan nasional terhadap kehidupan berbangsa dan bergnegara adalah pengarus aspek ideologi, komunismes, dan   ideologi keagamaan.

Dalam pelaksanaan ideologi dibedakan atas dua macam aktualisasi yaitu: aktualisasi secara objektif dan aktualisasi secara subjektif. Politik sebgai sarana atau usaha untuk memperoleh kekuasaan dan dukungan dari masyarakat dalam melakukan kehidupan bersama. Politik digunakan untuk menunjukan kepaada suatu rangkaian kegiatan acara-acara yang dilakukan untuk mencapai sesuatu tujuan yang dianggap baik.

3.1   Kelebihan Buku

Dilihat dari aspek tampilan buku, tampilan buku atau cover sangat menarik, bisa dilihat adanya gambar burung faruda dengan background merah putih. Hal ini pada tampilan buku sangat menggambarkan pembelajaran yang ada di buku tersebut. Kelebihan buku ini terletak pada kemenarikan sampul buku yang terkesan mewah dan sederhana namun tetap menarik. Buku ini juga memiliki ukuran yang mearik, mudah dibawa sehingga pembaca senang untuk memilikinya. Dari aspek layout dan tata letak, penulisan buku ini sudah cukup bagus, tulisan atau materi berada tepat di tengah-tengah dan juga rapi.

Dari aspek isi buku, buku ini sangat lengkap terbukti dengan banyaknya materi didalamnya serta penjelasan yang terperinci dan juga jelas. Contohnya pada bab II yang membahas tentang filsafat pancasila dalam bab ini di jelaskan pengertian filsafat, pengertian pancasila sebgai sistem,kesatuan sila-sila pancasila yang saling mengisi, pancasila sebgai dasar dan fundamental, makna setiap pancasila dan pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia. Dalam setiap penjelasan materi diiringi dengan pendapat para ahli sehingga pembaca dapat udah mengerti dengan adanya sumber dan dasar yang jelas. Pada seiap materi dengan sub tema sangatlah saling berkaitan antara satu dengan yang lain sehingga pembaca melalui daftar isi sudah dapat gambaran materi apa yang disampaikan pada setiap bab.

Dari segi bahasa buku ini memperhatikan penggunaan EYD dengan baik, sehingga baik itu titik (.) maupun koma (,) diletakan memang pada tempatnya. Selain itu penggunaan bahasanya juga mudah dimengerti oleh pembaca kususnya siswa SD karena tidak menggunakan bahasa yang rumit. Pengertian-pengertian yang ada di dalam materi pun dijelaskan dengan tidak bertele-tele.

3.2   Kelemahan Buku

Dari aspek penulisan termasuk penggunaan font mungkin belum cukup baik dikarenakan penulis menggunakan font yang dirasa kecil dan spasi antar kata terlalu rapat.Warna atau tampilan dalam buku tidak semenarik cover bukunya, dikarenakan kertas yang digunakan kertas kayu sehingga sedikit buram dan membuat pembaca malas untuk membacanya. Pada akhir setiap bab tidak   diberi ringkasan atau rangkuman sehingga para pembaca dapat melihat kembali inti dari apa yang telah di pelajari. Pada buku ini tidak terdapat glosarium pada halaman akhir buku sehingga pembaca harus mencari kembali untuk mengetahui istilah-istilah yang digunakan dalam buku tersebut.

Setelah membaca buku “Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi” ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa buku ini dapat dijadikan komplemen untuk mempelajari dan mengenal lebih dalam mengenai pembelajaran kewarganegaraan pada perguruan tinggi. Buku ini benar-benar mengemas materi pendidikan kewarganegaraan dengan baik, yang dapat membawa pembaca kepada mengerti lebih dalam maakna pancasila dan pentingnya pendidikan kewarganegaraan untuk dipelajari. Buku ini juga direkomendasikan reviewer untuk dimiliki oleh para mahasiswa belum memahami stentang pendidikan kewarganegaraan.   Adapun dalam penulisannya serta isinya, buku ini tak terlepas dari kelemahan dan kelebihan yang ada.

Demi terwujudnya sebuah karya tulis yang bernilai tinggi dari segi penampilan dan juga muatan materi ada beberapa hal yang sebaiknya dimiliki oleh karya tulis berupa buku yaitu : Identitas yang jelas, konsep yang pasti, mengikuti kaidah-kaidah penulisan yang telah disepakati, muatan materi yang tepat sasaran dan pengembangan materi yang sesuai dengan konsep yang ditawarkan. Buku yang berjudul “Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi” dinilai telah layak untuk digunakan sebagai sumber belajar karena telah memenuhi kriteria yang diharapkan dari sebuah karya tulis berupa buku.

Kaelan dan Achmad, Zubaidi. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk  Perguruan Tinggi. (Cetakan Pertama). Paradigma.

IMAGES

  1. Critical Book Review Mk. Pendidikan Kewarganegaraan: PUTRI NORA

    critical book review pendidikan kewarganegaraan

  2. Jual Buku Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi Cetakan 1

    critical book review pendidikan kewarganegaraan

  3. CRITICAL JOURNAL REVIEW Kewarganegaraan Djanah Zaen

    critical book review pendidikan kewarganegaraan

  4. CJR Pendidikan Kewarganegaraan

    critical book review pendidikan kewarganegaraan

  5. Critical Book Review

    critical book review pendidikan kewarganegaraan

  6. Buku Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi

    critical book review pendidikan kewarganegaraan

VIDEO

  1. NETTLE AND BONE

  2. review matkul kewarganegaraan (Vannysa sevana andarista) nim:23402030

  3. Review Pendidikan Guru Penggerak

  4. KELOMPOK 5 Pendidikan Kewarganegaraan PGMI 1C 2023 "REVIEW MAKANAN DAERAH"

  5. Thomas Sowell

  6. Tugas Critical Book Review (CBR)

COMMENTS

  1. Critical Book Review

    critical book review pendidikan kewarganegaraan s1 prodi pendidikan kimia KATA PENGANTAR Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang berkuasa atas seluruh alam semesta, karena berkat rahmat-Nya jugalah maka Critical Book Report (CBR) mata kuliah "Pendidikan Kewarganegaraan" ini dapat diselesaikan tepat ...

  2. REVIEW BOOK PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

    Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan ( Civics Education) 3. Manfaat. 1. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menghadapi berbagai masalah kewarganegaraan; 2. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, serta bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; 3.

  3. CRITICAL BOOK REPORT PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

    Objek Pembahasan Pendidikan Kewarganegaraan Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi No. 43/DIKTI/Kep/2006, menetapkan objek pembahasan Pendidikan Kewarganegaraan meliputi pokok-pokok bahasan yang mengkaji (1) Filsafat Pancasila, (2) Identitas Nasional, (3) Negara dan Konstitusi yang mencakup Hak dan Kewajiban Warga Negara (4) Demokrasi Indonesia, (5 ...

  4. (DOC) CBR- PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

    CRITICAL BOOK REVIEW MK. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SKOR NILAI : JUDUL BUKU (NAMA PENGARANG, TAHUN TERBIT) NAMA MAHASISWA : RIZA AULIYA NIM : 4173540016 DOSEN PENGAMPU : Dra. ... Pendidikan kewarganegaraan lah yang mengajarkan bagaimana seseorang menjadi warga Negara yang lebih bertanggun jawab, karena kewarganegaraan itu tidak dapat diwariskan ...

  5. Critical Book Kewarganegaraan

    Contoh Critical Book Report (CBR) yang baik dan benar tentang pendidikan yang membandingkan 2 isi buku yakni buku utama dan buku pembanding dengan menunjukkan kesimpulan buku tentang kelebihan dan kelemahan buku yang dikritisi. Ini adalah salah satu contoh Penulisan Karya Ilmiah Critical Book Review (CBR) yang sering sekali ditugaskan bagi mahasiswa sebagai tugas akhir Mata Kuliah. Critical ...

  6. Critical Book Riview Pendidikan Kewarganegaraan

    Critical Book Riview Pendidikan Kewarganegaraan | PDF. Scribd adalah situs bacaan dan penerbitan sosial terbesar di dunia.

  7. Critical Book Review Mk. Pendidikan Kewarganegaraan: PUTRI NORA

    Bab III kedua buku membahas tentang pentingnya integrasi nasional bagi Indonesia. Integrasi nasional adalah proses mempersatukan berbagai unsur masyarakat menjadi satu kesatuan bangsa, dengan tujuan membangun persatuan dan kesatuan di antara perbedaan yang ada. Strategi integrasi mencakup asimilasi, akulturasi, dan pluralisme.

  8. Pendidikan Kewarganegaraan : Civic Education

    Pendidikan Kewarganegaraan: Civic Education. Tim ICCE UIN. Prenada Media, Mar 1, 2016 - Education - 250 pages. Buku ini hadir dengan menawarkan gagasan revitalisasi atas Pancasila di era demokrasi sekarang ini. Sebagai simpul bersama bangsa Indonesia Pancasila harus disegarkan kembali makna dan tafsirnya, dan yang lebih penting lagi ia tidak ...

  9. PKN-Buku Utama

    Bab 1 memberikan pengertian Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya membentuk peserta didik menjadi warga negara yang berkarakter sesuai Pancasila dan UUD 1945. Landasan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi adalah Pancasila sebagai ideologi bangsa dan landasan ilmiah.

  10. Critical Book Riview (CBR) Konsep Dasar PKN

    Tugas ini disusun dan diajukan sebagai laporan Critical Book Review (CBR) pada mata kuliah Konsep Dasar PKN dengan mengkritik buku wajib yang telah ditentukan sendiri oleh mahasiswa yang berjudul "Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi" memahami berbagai aspek kewarganegaraan, filsafat pancasila, makna nilai-nilai setiap sila ...

  11. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi

    Peran pendidikan kewarganegaraan saat ini menjadi lebih strategis jika dihubungkan dengan fenomena kehidupan bangsa dalam dasa warsa terakhir ini, yang mengindikasaikan terjadinya degradasi etik, moral, dan nasionalisme di kalangan bangsa Indonesia. Karena kondisi tersebut, pembangunan karakter merupakan salah satu yang sangat urgen dalam rangka mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional ...

  12. Pendidikan Kewarganegaraan

    Terbentuknya negara Indonesia tidak sekadar dimulai dari proklamasi tetapi adanya pengakuan akan hak setiap bangsa untuk memerdekakan dirinya. Bangsa Indonesia memiliki tekad kuat untuk menghapus segala penindasan dan penjajahan suatu bangsa atas bangsa lain. Oleh karena itu, semua warga negara Indonesia perlu memiliki wawasan kebangsaan dan kewarganegaraan dalam rangka mempertahankan dan ...

  13. CBR Pendidikan Kewarganegaraan

    Cbr pendidikan kewarganegaraan critical book review mk. pendidikan kewarganegaraan skor nilai judul buku (nama pengarang, tahun terbit) nama mahasiswa riza Skip to document Ask AI

  14. Pendidikan Kewarganegaraan

    Pendidikan Kewarganegaraan - Ebook written by Rini Setiyowati, Husnul Fatihah, Adi Inggit Handoko, Devienna Chairunnisa, Putria Juni Parianda, Bayu Wijaya Putra. Read this book using Google Play Books app on your PC, android, iOS devices. Download for offline reading, highlight, bookmark or take notes while you read Pendidikan Kewarganegaraan.

  15. Android Apps on Google Play

    Android Apps on Google Play

  16. PDF BUKU AJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BAGI MAHASISWA

    Pendidikan Kewarganegaraan dapat terselesaikan. Diharapkan, buku ajar ini dapat menjadi sumbangsih bagi ilmu pengetahuan secara khusus bidang kajian Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan kerendahan hati penulis mengakui bahwa buku ajar ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, dengan senang hati kami terbuka untuk

  17. Pendidikan Kewarganegaraan

    Sarjana Pendidikan Kewarganegaraan (S1) diperoleh di FKIP UNUD Singaraja pada Tahun 1986. Gelar Megister Penelitian dan Evaluasi Pendidikan diperoleh di IKIP Negeri Jakarta Tahun 1994. Tahun 1996 memperoleh gelar M.Ed. dalam bidang Social Studies di University of Houston, Texas, USA. Tahun 2006 mennyelesaikan studi S3 pada Program Studi IPS ...

  18. PDF Dr. ABD. WAHIB, MPdI

    Dr. ABD. WAHIB, MPdI. PENDIDIKAN. KEWARGANEGARAAN. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER. 2021. ii. KATA PENGANTAR. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan nikmatnya yang telah di berikan kepada penulis. Sehingga dapat menyelesaikan sebuah buku ajar yang sudah lama di tunggu-tunggu oleh para mahasiswa ...

  19. CBR PKn

    Kewarganegaraan critical book review mk. pkn prodi s1 pendidikan fakultas fmipa dik skor nilai pendidikan kewarganegaraan untuk perguruan tinggi pendidikan. ... Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi (Apiek Gandamana, S. Pd., M. Pd, 2019) (Sulaiman, MA, 2016) ... CRITICAL BOOK REVIEW ...

  20. Buku Pendidikan Kewarganegaraan Ristekdikti

    Scribd adalah situs bacaan dan penerbitan sosial terbesar di dunia.